Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kh. Achmad Siddiq Perumus Pondasi Hubungan Islam dan Pancasila

Text

Kh. Achmad Siddiq Perumus Pondasi Hubungan Islam dan Pancasila

Ahmad ja'farul musadad - Nama Orang;

Catatan dan abstrak pemikiran KH. Achmad Siddiq mengenai pondasi hubungan Islam dan Pancasila berpusat pada prinsip proporsionalitas (wadl'u syaiin fi mahallihi), yang menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang sudah final dan sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Gagasan monumental Rais Aam Syuriah PBNU (1984–1991) ini menjadi penyelamat bangsa saat terjadi ketegangan ideologis mengenai asas tunggal pada masa Orde Baru.Berikut adalah rangkuman catatan penting dari pemikiran KH. Achmad Siddiq:1. Memisahkan Agama dan Ideologi secara ProporsionalIslam adalah Agama: Bersifat mutlak, mutawatir, dan bersumber langsung dari wahyu ilahi.Pancasila adalah Ideologi: Bersifat relatif, merupakan produk pemikiran manusia (ijtihad), dan berfungsi sebagai kesepakatan dasar dalam bernegara.Bukan Kompetitor: Pancasila tidak boleh disejajarkan dengan Islam, diagamakan, atau dijadikan pengganti agama.2. Harmonisasi Sila Pancasila dengan Aqidah IslamDalam buku Islam, Pancasila, dan Ukhuwah Islamiyah (1985), beliau membedah keselarasan nilai Pancasila dengan syariat:Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Merupakan cerminan langsung dari konsep Tauhid (monoteisme) dalam Islam, seperti yang tertuang dalam Surat Al-Ikhlas. Sila ini juga menjadi pengganti tujuh kata Piagam Jakarta yang disepakati secara berlapang dada oleh umat Islam demi persatuan.Sila Kedua hingga Kelima: Dipandang sebagai manifestasi dari nilai amal saleh, keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan umat (rahmatan lil 'alamin) yang diperintahkan oleh agama.3. Konsep Negara Kebangsaan (Wathaniyah)Legalitas Teologis: Islam tidak mewajibkan pendirian negara Islam (formalistik), melainkan pembentukan masyarakat yang islami (substansial).Rujukan Historis: Mengambil inspirasi dari Piagam Madinah yang digagas Nabi Muhammad SAW, di mana masyarakat majemuk disatukan dalam satu kesepakatan bersama tanpa menghapus identitas agama masing-masing.NKRI Selesai: Republik Indonesia adalah bentuk perjuangan final kaum muslimin Nusantara, sehingga dasar negaranya tidak perlu diubah lagi.4. Fondasi Trilogi Ukhuwah (Persaudaraan)Untuk merawat harmoni pasca-penerimaan Pancasila, KH. Achmad Siddiq merumuskan tiga pilar persaudaraan yang saling mengikat:Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan sesama umat Islam.Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan sesama warga bangsa tanpa memandang perbedaan agama, suku, dan ras.Ukhuwah Basyariyah (Inshaniyah): Persaudaraan sesama umat manusia di seluruh dunia.Dampak HistorisPemikiran ini dicanangkan secara resmi dalam Munas Alim Ulama NU di Situbondo (1983) dan dikukuhkan pada Muktamar NU ke-27 (1984). Keputusan berani ini menjadikan NU sebagai organisasi Islam pertama yang menerima Pancasila sebagai asas tunggal, sekaligus memecah kebuntuan politik nasional dan menghindarkan umat Islam dari tuduhan anti-pemerintah atau anti-Pancasila.Jika Anda tertarik mengkaji literatur lengkapnya, biografi dan analisis mendalam mengenai gagasan ini telah dibukukan dalam karya komersial bertajuk KH. Achmad Siddiq: Perumus Pondasi Hubungan Islam & Pancasila terbitan Global Press.Apakah Anda memerlukan informasi lebih spesifik mengenai argumen fiqih yang digunakan Kiai Achmad Siddiq, atau ingin membedah jalannya Munas Situbondo 1983 secara lebih detail?Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut


Ketersediaan
INSTIK0211157A-212X9. 859 8 MUS K C-1My Library (Keislaman/Pascasarjana)Tersedia
INSTIK0211158Ai-212X9. 859 8 MUS K C-2My Library (Sosial dan Humaniora/ Pascasarjana)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X9. 859 8 MUS K
Penerbit
Yogyakarta : CV. Global Press., 2020
Deskripsi Fisik
xii + 220 hlm,; 13,5 x 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-5653-61-2
Klasifikasi
2X9. 859 8
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
K.H. Achmad Siddiq adalah ulama legendaris sekaligus arsitek utama di balik rekonsiliasi ideologis antara Islam dan Pancasila bagi Nahdlatul Ulama (NU). Gagasan besarnya berhasil menuntaskan ketegangan antara agama dan negara secara filosofis di masa Orde Baru saat pemerintah menerapkan kebijakan asas tunggal Pancasila.Berikut adalah profil dan rincian spesifik mengenai pemikiran serta kontribusi beliau:1. Profil Singkat & Latar BelakangKelahiran: Lahir di Talangsari, Jember, Jawa Timur pada 24 Januari 1926. Beliau wafat pada 23 Januari 1991 di Surabaya.Pendidikan: Menimba ilmu langsung di bawah asuhan Hadratus Syekh K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.Jabatan Tertinggi: Terpilih sebagai Rais Aam Syuriah PBNU periode 1984–1991, berduet dengan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum PBNU.2. Fondasi Pemikiran Hubungan Islam dan PancasilaKiai Achmad Siddiq memetakan hubungan Islam dan Pancasila secara jernih dan mendalam, yang kemudian dituangkan dalam dokumen resmi NU pada Munas Alim Ulama NU 1983 dan Muktamar NU ke-27 di Situbondo (1984).Diferensiasi Kategoris (Agama vs Ideologi): Beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama (wahyu Allah), sedangkan Pancasila adalah ideologi (hasil pemikiran manusia). Keduanya berada pada maqam (posisi) yang berbeda, sehingga Pancasila tidak bisa menggantikan Islam, dan Islam tidak perlu diturunkan derajatnya menjadi ideologi.Pancasila sebagai Wadah Pengamalan Islam: Baginya, Pancasila merupakan sebuah konsensus (kesepakatan) bangsa Indonesia untuk hidup bersama. Sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," mencerminkan prinsip Tauhid dalam Islam, sehingga tidak ada alasan bagi umat Muslim untuk menolaknya.NKRI sebagai Bentuk Final: Beliau menyatakan bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila sudah final bagi umat Islam. Kaum Muslimin tidak perlu lagi memperjuangkan pendirian "Negara Islam" secara formal, karena nilai-nilai syariat Islam sudah dapat diamalkan secara bebas di dalam payung hukum NKRI.Analogi Piagam Madinah: Beliau menyamakan penerimaan Pancasila dengan strategi Nabi Muhammad SAW saat menyusun Piagam Madinah (Shahifah Madinah), di mana masyarakat lintas agama sepakat membangun tatanan politik bersama tanpa menghilangkan identitas keyakinan masing-masing.3. Konsep "Trilogi Ukhuwah"Untuk mengunci agar semangat kebangsaan dan keagamaan berjalan seiringan, K.H. Achmad Siddiq mencetuskan formula Trilogi Ukhuwah (tiga pilar persaudaraan) yang menjadi panduan hidup inklusif:Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan sesama umat Islam.Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan sesama warga negara, tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun agama.Ukhuwah Basyariyah (atau Insaniyah): Persaudaraan universal sesama umat manusia.4. Dampak HistorisMelalui argumen fiqih kebangsaan yang dirumuskan oleh Kiai Achmad Siddiq, NU menjadi organisasi Islam pertama di Indonesia yang secara resmi menerima Pancasila sebagai asas tunggal organisasi. Langkah berani ini menyelamatkan umat Islam dari konfrontasi langsung dengan rezim Orde Baru sekaligus mengukuhkan posisi kaum santri sebagai pilar utama penjaga keutuhan NKRI.Untuk mengenang jasa-jasanya, nama beliau kini diabadikan menjadi nama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Jember, yaitu UIN K.H. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.Jika Anda ingin mendalami aspek tertentu, apakah Anda ingin saya menjabarkan naskah argumen fiqih yang beliau gunakan saat Munas 1983, atau melihat sejarah hubungan beliau dengan Gus Dur?Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut
Pernyataan Tanggungjawab
Ahmad ja'farul musadad
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik