Internet memberikan kemudahan dan kesenangan, tapi juga mengorbankan kemampuan kita berpikir secara mendalam. Demikian ditunjukkan Nicholas Carr dalam The Shallows. Finalis Pulitzer Award 2011 ini menunjukkan bagaimana "alat-alat berpikir"alfabet, peta, barang cetakan, jam, hingga komputeryang telah kita gunakan selama berabad-abad bisa mengubah cara kerja otak kita.
Membaca buku (cetak) membuat kita dapat memfokuskan perhatian, mendorong aktivitas berpikir mendalam dan kreatif. Sebaliknya, Internet memaksa kita menelan informasi secara instan, cepat, dan massal, sehingga membuat pikiran kita mudah teralihkan. Kita menjadi terbiasa membaca serbakilat dan cepat menyaring informasi, tapi akibatnya kita juga kehilangan kapasitas kita untuk berkonsentrasi, merenung, dan berpikir mendalam.
Tantangan dan pengaruh apa saja yang diberikan oleh Internet kepada otak kita? Akankah kita selanjutnya kehilangan kemampuan berpikir mendalam seiring ketergantungan kita pada Internet? Temukan jawabannya dalam buku ini.