Text
Cara kerja ilmu filsafat dan filsafat ilmu
Buku ini membahas hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan dengan menelusuri cara kerja pemikiran filosofis dalam memahami, mengkritik, dan mengembangkan pengetahuan ilmiah. Pembahasan diawali dengan penjelasan mengenai dialektika sebagai metode dasar filsafat, kemudian berlanjut pada berbagai aliran dan paradigma yang memengaruhi perkembangan filsafat ilmu, mulai dari positivisme, fenomenologi, falsifikasionisme, teori paradigma, hingga postmodernisme dan dekonstruksi.
Melalui kajian terhadap pemikiran tokoh-tokoh penting seperti Karl Popper, Thomas S. Kuhn, Edmund Husserl, Martin Heidegger, dan Jacques Derrida, buku ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak berkembang secara netral, melainkan dibentuk oleh asumsi-asumsi filosofis tentang kebenaran, realitas, rasionalitas, dan manusia. Selain mengulas kritik terhadap model ilmu pengetahuan modern, buku ini juga mengeksplorasi berbagai alternatif pendekatan dalam memahami pengetahuan, termasuk fenomenologi, teori kritis, dan pemikiran postmodern.
Secara keseluruhan, buku ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai fondasi filosofis ilmu pengetahuan sekaligus mengajak pembaca untuk melihat bahwa perkembangan ilmu selalu berkaitan dengan perdebatan filosofis yang terus berlangsung. Buku ini relevan bagi mahasiswa, peneliti, dan pembaca yang ingin memahami dasar-dasar filsafat ilmu serta dinamika paradigma dalam dunia akademik dan penelitian.
Ketersediaan
| INSTIK010604Ai-22 | 120 WIB C C-2 | My Library (Filsafat dan Logika) | Tersedia |
| INSTIK010603A-22 | 120 WIB C C-1 | My Library (Filsafat dan logika) | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
120 WIB C C-2
- Penerbit
-
Jakarta :
KPG (Kepustaaan Populer Gramedia.,
2022
- Deskripsi Fisik
-
xxiv + 365 hlm.; 13,5 x 20 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
978-602-481-910-1
- Klasifikasi
-
120
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
cetakan pertama
- Subjek
-
-
- Info Detail Spesifik
-
Gambaran Isi
Buku ini bukan buku filsafat ilmu yang bersifat teknis-metodologis seperti pembahasan validitas penelitian, metode eksperimen, atau logika ilmiah secara formal. Sebaliknya, buku ini menjelaskan cara kerja ilmu dan sains melalui perspektif filsafat. Titik berangkatnya adalah bagaimana filsafat memahami pengetahuan, kebenaran, rasionalitas, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Keunikan buku ini adalah menjelaskan terlebih dahulu cara kerja khas filsafat, yaitu dialektika, sebelum membahas berbagai teori dan aliran yang mempengaruhi pemahaman modern tentang ilmu pengetahuan.
Struktur dan Topik Utama
Berdasarkan daftar isi yang tersedia, buku ini memuat 16 artikel yang membahas tema-tema berikut:
1. Cara Kerja Ilmu Filsafat
2. Detransendentalisasi Akal Budi
3. Positivisme
4. Kritik atas Teori Kebenaran Korespondensi
5. Menggugat Kesadaran Manusia Modern
6. Fenomenologi Menjawab Krisis Ilmu Pengetahuan Modern
7. Fenomenologi sebagai Lembaran Baru Filsafat
8. Mode Teknologis dan Gelassenheit
9. Falsifikasi Menurut Karl Raimund Popper
10. Paradigma Menurut Thomas S. Kuhn
11. Metode Anti-Metode
12. Postmodernisme dan Post-Truth
13. Rasionalitas dan Moralitas
14. Neosofisme Kontemporer
15. Tiga Generasi Teori Kritis Mazhab Frankfurt
16. Kuantitatif atau Kualitatif?
Tokoh-Tokoh yang Dibahas
Buku ini memperkenalkan pembaca pada pemikiran sejumlah filsuf penting yang berpengaruh terhadap filsafat ilmu modern, antara lain:
• Auguste Comte
• Edmund Husserl
• Martin Heidegger
• Karl Popper
• Thomas S. Kuhn
• Paul Feyerabend
• Jürgen Habermas
• Jacques Derrida
• Emmanuel Levinas
Tingkat Kesulitan
Menengah hingga lanjut.
Buku ini lebih cocok untuk:
• Mahasiswa filsafat.
• Mahasiswa ilmu sosial dan humaniora.
• Peneliti yang ingin memahami dasar filosofis metode penelitian.
• Pembaca yang sudah mengenal konsep dasar filsafat Barat.
Bagi pemula total, buku ini mungkin cukup menantang karena langsung membahas tokoh dan aliran filsafat yang kompleks seperti fenomenologi, teori kritis, dan dekonstruksi.
Nilai Utama Buku
Kelebihan terbesar buku ini adalah memperlihatkan bahwa:
Ilmu pengetahuan tidak berkembang secara netral dan otomatis, tetapi selalu didasari asumsi filosofis tertentu mengenai kebenaran, realitas, manusia, dan metode berpikir.
Karena itu, pembaca diajak memahami bagaimana berbagai paradigma filsafat membentuk cara ilmuwan melihat dunia dan menghasilkan pengetahuan
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Dr. A. Setyo Wibowo
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar
Anda harus masuk sebelum memberikan komentar