Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Qod kafani

Text

Qod kafani

Anis Hilda Intani, - Nama Orang;

Qod Kafani (قد كفاني علم ربي) adalah qasidah dan doa sufi masyhur karya Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang ulama pemikir dan pembaharu asal Tarim, Yaman. Catatan ringkas dan abstrak makna dari qasidah ini berpusat pada penyerahan diri total (tawakkal) seorang hamba kepada penciptanya.

UIN Sunan Ampel Surabaya
+3
Berikut adalah intisari dan catatan penting mengenai Qasidah Qod Kafani:
1. Abstrak & Makna Utama
Pengetahuan Allah yang Mencukupi: Kalimat utama "Qod kafani 'ilmu robbi min su-ali wakhtiyari" menegaskan bahwa pengetahuan Allah SWT yang maha mengetahui segala kondisi hamba-Nya sudah cukup, sehingga sang hamba tidak perlu lagi menuntut atau mengatur takdir pilihannya sendiri.
Doa Melalui Pengakuan Kelemahan: Qasidah ini tidak berfokus pada meminta materi, melainkan sebuah doa digital yang dipanjatkan lewat pengakuan atas segala kefakiran, kelemahan, dan ketidakberdayaan manusia di hadapan Tuhan.
Manifestasi Penghambaan (Ubudiyyah): Syair ini mencerminkan puncak rasa butuh yang mendalam kepada Allah, di mana rasa sakit, kesedihan, dan cobaan hidup dihadapi dengan cara mengadu serta memohon rahmat-Nya.
2. Catatan Khasiat & Struktur Syair
Karya Teologis: Ditulis dalam bentuk puisi/syair yang umumnya terdiri dari 20 bait dengan kaidah sastra Arab (ilmu Arudh dan Qawafi) yang sangat indah dan tertata.
Sarana Penenang Hati: Bagi kalangan pengamal tasawuf dan umat Muslim secara luas, melantunkan qasidah ini berfungsi sebagai wasilah untuk melapangkan dada saat menghadapi kesulitan hidup, kesedihan, maupun himpitan ekonomi.

ResearchGate
+4
Catatan Tambahan: Jika "Qod Kafani" yang Anda maksud merujuk pada karya sastra modern, terdapat pula sebuah novel fiksi berjudul sama, Novel Qod Kafani karya Anis Hilda Intani, yang mengkaji variasi bahasa sosiolek dan psikologi kepribadian para tokoh di dalamnya.

Universitas KH. MUKHTAR SYAFAAT
+1
Apakah Anda membutuhkan lirik lengkap beserta terjemahan dari Qasidah Qod Kafani ini, ataukah abstrak dari novel/penelitian spesifik tertentu?
Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut







Ketersediaan
INSTIK010285A-22813 INT Q C-1My Library (Bahasa sastra atau novel)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 INT Q
Penerbit
Yogyakarta : Telaga aksara., 2022
Deskripsi Fisik
xii, 324 halaman : ilustrasi ; 20,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-91852-8-2
Klasifikasi
813 INT Q
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan I, Maret 2020
Subjek
Fiksi Indonesia
Info Detail Spesifik
Qod Kafani adalah salah satu qasidah dan syair doa populer karya ulama sufi besar asal Tarim, Yaman, yakni Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad (pengarang Ratib Al-Haddad). Syair ini berisi ungkapan ketauhidan yang mendalam, kepasrahan total, serta pengakuan atas kefakiran hamba di hadapan Allah SWT. www.daarelqolam3.sch.id +2 Detail Spesifik Qod Kafani Sumber & Tema: Syair ini diambil dari karya sastra spiritual sang Habib yang menegaskan bahwa pengetahuan Allah tentang keadaan hamba-Nya sudah lebih dari cukup, sehingga doa dan permohonan yang dipanjatkan adalah bentuk pengakuan akan kelemahan manusia. Bahar / Metrum Sastra: Berdasarkan ilmu Arudl, qasidah ini menggunakan Bahar Ramal dengan bentuk bait Majzu'. Bait Pembuka (Refrain): اللّٰه اللّٰه ، اللّٰه اللّٰه ، اللّٰه اللّٰه اللّٰه اللّٰه كُلَّمَا نَادَيْتُ يَا هُو قَاءَ يَا عَبْدِيْ أَنَا اللّٰه (Setiap kali aku memanggil: Wahai Dia (Allah), maka Dia menjawab: Wahai Hamba-Ku, Akulah Allah). Bait Utama (Motto Utama): قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُؤَالِي وَاحْتِيَارِي (Sungguh telah cukup bagiku pengetahuan Tuhanku daripada permohonanku dan ikhtiarku). UIN Sunan Ampel Surabaya +1 Makna dan Kandungan At-Tawakkul (Penyerahan Diri): Mengajarkan untuk berserah diri secara total. Karena Allah Maha Mengetahui, hamba tidak perlu lagi resah atau meminta dengan berlebihan. Al-Iftiqar (Rasa Butuh): Segala bentuk doa dan permohonan adalah bukti bahwa manusia adalah makhluk yang selalu bergantung pada-Nya. Untuk melihat struktur teks dan terjemahan lengkapnya secara mendalam, Anda dapat merujuk langsung pada dokumen resmi lirik yang dirilis oleh Majelis Rasulullah Jawa Timur atau melihat kajian serta pelantunannya melalui channel resmi seperti Majelis Ar Raudhah di YouTube.
Pernyataan Tanggungjawab
penulis, Anis Hilda Intani
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik