Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Diskursus teori-teori kritis

Text

Diskursus teori-teori kritis

M. t. soerjanto poespowardojo - Nama Orang;

Diskursus teori-teori kritis adalah paradigma pemikiran sosial-filosofis yang berakar pada [Mazhab Frankfurt](0.5.1, 0.5.8). Teori ini menolak hegemoni positivisme dan status quo. Bertujuan untuk membongkar dominasi kekuasaan, mengekspos alienasi, dan mendorong emansipasi serta perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih adil dan rasional.Berikut adalah catatan ringkas dan abstrak dari berbagai arus utama diskursus teori kritis:1. Mazhab Frankfurt (Teori Kritis Klasik)Fokus Utama: Kritik terhadap kapitalisme lanjut, industri budaya, dan rasionalitas instrumental (penggunaan akal budi yang semata-mata berorientasi pada efisiensi/kontrol, bukan pembebasan).Tokoh & Gagasan:Max Horkheimer: Mendefinisikan teori kritis sebagai emansipasi manusia dari keadaan yang memperbudak mereka. Bersama Theodor Adorno, menulis Dialectic of Enlightenment (Dialektika Pencerahan) yang mengkritik bagaimana modernitas justru memicu barbarisme baru.Herbert Marcuse: Menulis One-Dimensional Man, mengkritik masyarakat industri modern yang menciptakan kesadaran palsu, di mana manusia teralienasi namun dibuat merasa bahagia dan puas melalui konsumerisme.2. Teori Kritis KomunikatifFokus Utama: Menggeser kritik dari kesadaran kelas Marxis ke arah rasionalitas komunikatif.Tokoh Utama (Jürgen Habermas): Mengembangkan teori tindakan komunikatif. Habermas berargumen bahwa emansipasi dicapai melalui ruang publik yang demokratis dan dialog yang setara, bebas dari distorsi kekuasaan (situasi bicara ideal).3. Post-Strukturalisme & PosmodernismeFokus Utama: Penolakan terhadap metanarasi (kebenaran tunggal yang absolut). Kritik lebih berfokus pada wacana (discourse), bahasa, dan subjektivitas.Tokoh & Gagasan:Michel Foucault: Mengaitkan pengetahuan dan kekuasaan (power-knowledge). Kekuasaan tidak hanya menindas, tetapi juga memproduksi kebenaran dan norma di masyarakat.Jacques Derrida: Menggunakan metode dekonstruksi untuk membongkar oposisi biner dalam teks/pemikiran yang seringkali timpang atau bias.4. Varian Teori Kritis KontemporerTeori Kritis Hubungan Internasional: Menolak asumsi bahwa sistem internasional adalah sesuatu yang given. Menyoroti bagaimana sistem tersebut dibentuk oleh faktor sosio-historis dan dominasi negara tertentu.Teori Kritis Ras (Critical Race Theory): Mengkaji bagaimana rasisme telah dilembagakan secara sistemik dalam tatanan hukum dan sosial masyarakat.Teori Pascakolonial/Dekolonial: Mengkritik sisa-sisa mentalitas, epistemologi, dan struktur kolonial yang masih mendominasi peradaban dunia saat ini.Inti EpistemologisDeskriptif & Evaluatif: Teori kritis tidak hanya berhenti pada menjelaskan "apa adanya" realitas sosial (seperti sains empiris), tetapi juga mengevaluasi secara normatif: "Apakah realitas ini adil?"Kesatuan Teori dan Praktis (Praxis): Pengetahuan tidak hanya untuk dipahami, tetapi harus menjadi panduan tindakan untuk mengubah dunia ke arah yang lebih emansipatif.


Ketersediaan
INSTIK010097A-22300 POE D C-1My Library (Politik dan negara)Tersedia
INSTIK010098Ai-22300 POE D C-2My Library (Politik dan negara)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
300 POE D
Penerbit
Yogyakarta : Kompas., 2021
Deskripsi Fisik
xiii + 300 hlm, ; 15 x 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-412-155-6
Klasifikasi
300 POE D
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 2
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Teori kritis adalah pendekatan sosial-budaya yang bertujuan membongkar struktur kekuasaan yang menindas. Tidak hanya memahami dunia, teori ini berupaya membebaskan masyarakat dari dominasi melalui perubahan praktis yang emansipatoris. Fokus utamanya mencakup kritik terhadap kapitalisme klasik, positivisme, dan hegemoni budaya.Berikut adalah diskursus, tokoh, dan varian utama dari teori kritis:1. Mazhab Frankfurt (Teori Kritis Klasik)Aliran ini berakar dari tradisi Marxian dan pemikiran Hegel yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Sosial di Universitas Frankfurt.Fokus Diskursus: Kritik terhadap rasionalitas instrumental, komodifikasi budaya, dan reifikasi kesadaran manusia.Tokoh & Gagasan Utama:Max Horkheimer: Mendefinisikan teori kritis sebagai emansipasi manusia dari belenggu yang memperbudak mereka.Theodor Adorno & Max Horkheimer: Menggagas Industri Budaya (Cultural Industry), di mana budaya populer menjadi alat dominasi kapitalis.Herbert Marcuse: Mengkritik masyarakat industri maju yang melahirkan Manusia Satu Dimensi (One-Dimensional Man), yang kehilangan daya kritisnya terhadap sistem.2. Teori Komunikasi & Tindakan KomunikatifTokoh Utama: Jürgen HabermasFokus Diskursus: Memperbaiki rasionalitas yang terjebak pada alat/teknis menjadi rasionalitas komunikatif. Ia menawarkan gagasan tentang Ruang Publik (Public Sphere) yang demokratis dan Situasi Ucap Ideal (Ideal Speech Situation) agar terjadi konsensus bebas dari dominasi dan distorsi kekuasaan.3. Varian Paradigmatis KontemporerDiskursus teori kritis berkembang pesat melampaui kritik ekonomi murni, melahirkan berbagai cabang spesifik:Teori Ras Kritis (Critical Race Theory - CRT): Menyoroti bagaimana rasisme telah dilembagakan secara sistemik dalam hukum dan tatanan sosial.Teori Feminisme (Feminist Critical Theory): Mengkritik dan mendekonstruksi struktur sosial, budaya, dan politik yang patriarkal.Teori Pascakolonial & Dekolonial: Mengkritik sisa-sisa mentalitas dan struktur kuasa kolonial yang masih mendominasi pengetahuan, budaya, dan identitas masyarakat global.Untuk eksplorasi lebih mendalam dan akademis mengenai akar historis serta penerapannya, Anda dapat merujuk pada artikel Teori Kritis Mazhab Frankfurt atau tinjauan komprehensif di Ensiklopedia Filsafat Stanford.
Pernyataan Tanggungjawab
M. t. soerjanto poespowardojo
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik