Text
Diskursus teori-teori kritis
Diskursus teori-teori kritis adalah paradigma pemikiran sosial-filosofis yang berakar pada [Mazhab Frankfurt](0.5.1, 0.5.8). Teori ini menolak hegemoni positivisme dan status quo. Bertujuan untuk membongkar dominasi kekuasaan, mengekspos alienasi, dan mendorong emansipasi serta perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih adil dan rasional.Berikut adalah catatan ringkas dan abstrak dari berbagai arus utama diskursus teori kritis:1. Mazhab Frankfurt (Teori Kritis Klasik)Fokus Utama: Kritik terhadap kapitalisme lanjut, industri budaya, dan rasionalitas instrumental (penggunaan akal budi yang semata-mata berorientasi pada efisiensi/kontrol, bukan pembebasan).Tokoh & Gagasan:Max Horkheimer: Mendefinisikan teori kritis sebagai emansipasi manusia dari keadaan yang memperbudak mereka. Bersama Theodor Adorno, menulis Dialectic of Enlightenment (Dialektika Pencerahan) yang mengkritik bagaimana modernitas justru memicu barbarisme baru.Herbert Marcuse: Menulis One-Dimensional Man, mengkritik masyarakat industri modern yang menciptakan kesadaran palsu, di mana manusia teralienasi namun dibuat merasa bahagia dan puas melalui konsumerisme.2. Teori Kritis KomunikatifFokus Utama: Menggeser kritik dari kesadaran kelas Marxis ke arah rasionalitas komunikatif.Tokoh Utama (Jürgen Habermas): Mengembangkan teori tindakan komunikatif. Habermas berargumen bahwa emansipasi dicapai melalui ruang publik yang demokratis dan dialog yang setara, bebas dari distorsi kekuasaan (situasi bicara ideal).3. Post-Strukturalisme & PosmodernismeFokus Utama: Penolakan terhadap metanarasi (kebenaran tunggal yang absolut). Kritik lebih berfokus pada wacana (discourse), bahasa, dan subjektivitas.Tokoh & Gagasan:Michel Foucault: Mengaitkan pengetahuan dan kekuasaan (power-knowledge). Kekuasaan tidak hanya menindas, tetapi juga memproduksi kebenaran dan norma di masyarakat.Jacques Derrida: Menggunakan metode dekonstruksi untuk membongkar oposisi biner dalam teks/pemikiran yang seringkali timpang atau bias.4. Varian Teori Kritis KontemporerTeori Kritis Hubungan Internasional: Menolak asumsi bahwa sistem internasional adalah sesuatu yang given. Menyoroti bagaimana sistem tersebut dibentuk oleh faktor sosio-historis dan dominasi negara tertentu.Teori Kritis Ras (Critical Race Theory): Mengkaji bagaimana rasisme telah dilembagakan secara sistemik dalam tatanan hukum dan sosial masyarakat.Teori Pascakolonial/Dekolonial: Mengkritik sisa-sisa mentalitas, epistemologi, dan struktur kolonial yang masih mendominasi peradaban dunia saat ini.Inti EpistemologisDeskriptif & Evaluatif: Teori kritis tidak hanya berhenti pada menjelaskan "apa adanya" realitas sosial (seperti sains empiris), tetapi juga mengevaluasi secara normatif: "Apakah realitas ini adil?"Kesatuan Teori dan Praktis (Praxis): Pengetahuan tidak hanya untuk dipahami, tetapi harus menjadi panduan tindakan untuk mengubah dunia ke arah yang lebih emansipatif.
| INSTIK010097A-22 | 300 POE D C-1 | My Library (Politik dan negara) | Tersedia |
| INSTIK010098Ai-22 | 300 POE D C-2 | My Library (Politik dan negara) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain