Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sejarah dan Pemikiran Tasawuf di Indonesia

Text

Sejarah dan Pemikiran Tasawuf di Indonesia

Drs. M. Solihin, M. Ag. - Nama Orang;

Tasawuf di Indonesia sangat lekat dengan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara (sekitar abad ke-13). Penyebaran awal dilakukan oleh para sufi yang menggunakan pendekatan kultural dan spiritual. Coraknya berkembang dari tasawuf falsafi (abad ke-17) menuju tasawuf amali/akhlaki, yang hingga kini masih dilestarikan melalui berbagai tarekat di berbagai daerah.1. Jalur Masuk dan Islamisasi (Abad ke-13)Islam pertama kali masuk ke Nusantara tidak melalui peperangan, melainkan melalui jalur dakwah damai yang diprakarsai oleh para sufi atau pedagang yang berlatar belakang kaum sufi. Pendekatan ini sangat berhasil karena ajarannya bersifat sinkretik (menyesuaikan dengan budaya lokal) dan mudah diterima oleh masyarakat yang saat itu masih lekat dengan kepercayaan animisme atau Hindu-Buddha.2. Periode Perkembangan dan PemikiranPemikiran tasawuf di Nusantara mengalami transformasi yang kaya seiring berjalannya waktu:Tasawuf Falsafi (Abad ke-17): Berkembang pesat di Aceh pada masa Kerajaan Aceh Darussalam. Tokoh utama seperti Hamzah Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani mengembangkan ajaran Wihdatul Wujud (kesatuan wujud) yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Arabi.Tasawuf Akhlaki dan Pembaharuan (Abad ke-17 - ke-18): Dipelopori oleh Nuruddin al-Raniri, terjadi kritik terhadap tasawuf falsafi yang dianggap menyimpang dari syariat. Aliran ini mengembalikan tasawuf pada koridor Ahli Sunnah wal Jamaah yang memadukan syariat dan hakikat. Tokoh besar lainnya, seperti Syaikh Yusuf al-Makassari dan Abdurrauf al-Singkili, banyak menyebarkan tasawuf bercorak amali dan tarekat.3. Tokoh dan Peran TarekatTarekat menjadi wadah formal dalam pengamalan tasawuf di Indonesia. Di berbagai wilayah, para ulama menyebarkan ajaran melalui tarekat-tarekat besar seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Sammaniyah, dan Syadziliyah. Para sufi besar di Nusantara yang namanya tercatat dalam sejarah meliputi:Wali Songo: Menggunakan pendekatan sufistik (seperti tembang dan wayang) dalam dakwah di tanah Jawa.Syaikh Nawawi al-Bantani: Ulama besar asal Banten yang karyanya menjadi rujukan utama ilmu tasawuf di dunia Islam.Syaikh Kholil bin Abdul Latif (Bangkalan): Ulama karismatik dari Madura yang merupakan guru dari banyak pendiri pesantren dan tokoh tasawuf di Indonesia.4. Tasawuf di Era ModernTasawuf di Indonesia tidak memudar. Ajaran ini justru mengalami pembaruan dan kontekstualisasi, di mana esoterisme (penghayatan batin) dipadukan dengan tuntutan hidup aktif dan modern. Lembaga pendidikan seperti Pesantren menjadi pusat utama penjagaan akhlak dan tarekat hingga saat ini.Ingin mengetahui informasi yang lebih spesifik? Anda bisa memilih:Penjelasan mengenai salah satu tokoh sufi Nusantara tertentu?Sejarah tarekat tertentu di Indonesia (seperti Qadiriyah wa Naqsyabandiyah)?Relevansi tasawuf dalam kehidupan modern?Silakan beri tahu saya apa yang ingin Anda perdalam!


Ketersediaan
INSTIK02996A-092X5. 22 SOL SMy Library (Akhlaq dan tasawuf)Tersedia
INSTIK011885A-232X5.22 SOL S C-2My Library (Akhlak dan Tasawuf)Tersedia
INSTIK02995Ai-092X5. 22 SOL S C-1My Library (Akhlak dan Tasawuf)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X5. 22 SOL S
Penerbit
Bandung : Pustaka Setia., 2001
Deskripsi Fisik
viii + 176 halaman,; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-02-0604-7
Klasifikasi
2X5. 22 SOL S
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Sejarah tasawuf di Indonesia bermula sejak abad ke-13, dibawa oleh pedagang Gujarat dan Persia. Tasawuf menjadi motor utama penyebaran Islam di Nusantara karena pendekatannya yang luwes, damai, dan mudah beradaptasi dengan budaya lokal yang berakar pada Hindu-Buddha.Perkembangan pemikiran tasawuf di Indonesia terbagi menjadi tiga fase corak pemikiran yang khas:1. Fase Tasawuf Falsafi (Abad ke-16 hingga ke-17)Fase ini didominasi oleh aliran Wihdatul Wujud (kesatuan wujud) yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Arabi dan Al-Jilli.Tokoh Utama: Hamzah Fansuri dan Syamsuddin As-Sumatrani di Aceh.Karakteristik: Ajarannya sarat dengan metafisika tingkat tinggi yang membahas hubungan antara Tuhan (Khaliq) dan makhluk, serta konsep pencarian hakikat Sang Pencipta melalui puisi dan karya sastra.2. Fase Tasawuf Akhlaki / Amali (Abad ke-17 hingga ke-18)Terjadi pergeseran besar ketika pemikiran tasawuf falsafi dianggap menyimpang oleh ulama ortodoks. Corak tasawuf beralih ke tasawuf yang lebih praktis (bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah) serta berfokus pada pembinaan moral dan praktik Tarekat.Tokoh Utama: Nuruddin Ar-Raniri dan Syaikh Yusuf Al-Makassari.Karakteristik: Menekankan keselarasan antara syariat (hukum Islam) dan hakikat (tasawuf). Pada masa ini, Tarekat seperti Syattariyah, Qadiriyah, dan Naqsyabandiyah mulai berakar kuat.3. Fase Neo-Sufisme (Abad ke-18 hingga Era Modern)Dirintis oleh ulama Nusantara yang belajar di Haramkah (Mekah dan Madinah). Corak ini memadukan tasawuf dengan pembaruan Islam.Tokoh Utama: Syaikh Abdus Rauf As-Singkili dan Syekh Nawawi Al-Bantani.Karakteristik: Menolak praktik tasawuf yang ekstrem (meninggalkan dunia secara total) dan mengintegrasikan ajaran tarekat ke dalam kehidupan sehari-hari, dengan penekanan pada etos kerja, ilmu pengetahuan, dan pengabdian masyarakat.Saat ini, kajian dan pengamalan tasawuf di Indonesia umumnya berpusat pada lembaga pendidikan pondok pesantren, di mana ajaran tarekat dan amalan dzikir masih menjadi benteng spiritual masyarakat.Apakah Anda ingin mendalami tokoh spesifik tertentu (seperti Hamzah Fansuri atau Syekh Nawawi Al-Bantani), atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang praktik Tarekat yang berkembang di lingkungan pesantren di daerah Anda?
Pernyataan Tanggungjawab
Drs. M. Solihin, M. Ag.
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik