Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa

Text

Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa

Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan - Nama Orang;

Percakapan Mode AI: abstrak/catatan Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasaabstrak/catatan Membaca Sebagai Suatu Keterampilan BerbahasaBerikut adalah abstrak dan catatan inti mengenai topik "Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa" yang disusun secara sistematis agar mudah dipahami.AbstrakMembaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif-tulis. Proses membaca tidak sekadar mengeja huruf, melainkan sebuah aktivitas kognitif kompleks untuk memahami, menginterpretasikan, dan menyerap informasi yang ingin disampaikan penulis melalui media teks. Keterampilan ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi erat dengan keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis. Penguasaan keterampilan membaca menjadi fondasi utama dalam proses belajar, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan komunikasi seseorang secara menyeluruh.


Ketersediaan
INSTIK09175A-19028 TAR MMy Library (Bahasa Sastra /Novel)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
028 TAR M
Penerbit
Bandung : Angkasa., 2008
Deskripsi Fisik
151 halaman,; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-404-123-8
Klasifikasi
028
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif-tulis, di mana pembaca bertindak sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media lambang-lambang grafik atau tulisan.Berikut adalah info detail, spesifik, dan komprehensif mengenai membaca sebagai keterampilan berbahasa:1. Hakikat dan Karakteristik MembacaMembaca bukan sekadar aktivitas mengeja huruf, melainkan sebuah proses kognitif yang kompleks.Proses Reseptif-Aktif: Meskipun dikategorikan sebagai keterampilan reseptif (menerima informasi), membaca sejatinya adalah proses aktif. Otak pembaca bekerja aktif untuk memproses, mengaitkan, dan menginterpretasikan lambang visual menjadi sebuah makna.Proses Kognitif: Melibatkan pemikiran, penalaran, ingatan, dan asosiasi antara lambang bunyi dengan pengalaman atau pengetahuan awal (schemata) pembaca.Proses Komunikasi: Membaca merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang menghubungkan pikiran penulis dengan pikiran pembaca melalui teks.2. Hubungan Membaca dengan Keterampilan Berbahasa LainnyaKeterampilan berbahasa bersifat integratif dan saling memengaruhi satu sama lain:Hubungan dengan Menyimak: Keduanya sama-sama bersifat reseptif. Menyimak menerima informasi lewat jalur auditori (lisan), sedangkan membaca menerima informasi lewat jalur visual (tulis). Penguasaan kosakata dari hasil menyimak sangat membantu kelancaran membaca.Hubungan dengan Menulis: Membaca adalah modal utama untuk menulis. Keduanya merupakan keterampilan berbasis bahasa tulis. Penulis yang baik biasanya adalah pembaca yang tekun, karena membaca memberikan asupan ide, struktur kalimat, dan variasi kosakata yang akan dituangkan kembali dalam bentuk tulisan (produktif).Hubungan dengan Berbicara: Informasi yang diperoleh dari hasil membaca sering kali menjadi bahan baku utama dalam interaksi lisan atau berbicara.3. Aspek-Aspek Keterampilan MembacaSecara garis besar, keterampilan membaca dibagi menjadi dua aspek utama:A. Keterampilan yang Bersifat Mekanis (Membaca Tingkat Rendah)Aspek ini biasanya dikembangkan pada tahap membaca permulaan:Pengenalan bentuk-bentuk huruf dan lambang grafik.Pengenalan unsur-unsur linguistik (kosakata, frasa, pola kalimat).Kecepatan membaca bertingkat ke kecepatan normal.Asosiasi antara lambang tulisan dengan bunyi bahasa.B. Keterampilan yang Bersifat Pemahaman (Membaca Tingkat Tinggi)Aspek ini dikembangkan pada tahap membaca lanjut:Pemahaman Literal: Memahami arti kata atau informasi yang tersurat jelas dalam teks.Pemahaman Interpretatif/Inferensial: Membaca di antara baris (reading between the lines), yaitu menyimpulkan apa yang dimaksud penulis meskipun tidak tertulis secara gamblang.Pemahaman Kritis: Mengevaluasi isi bacaan, menilai kebenaran fakta, serta membedakan antara opini dan fakta.Pemahaman Kreatif: Mampu menerapkan nilai atau ide dari bacaan ke dalam situasi nyata atau menciptakan sesuatu yang baru berdasarkan teks tersebut.4. Jenis-Jenis Membaca Berdasarkan Teknik dan TujuanJenis MembacaDeskripsi SingkatTujuan UtamaMembaca NyaringMembaca dengan melafalkan vokal dan intonasi yang jelas di depan umum.Melatih pengucapan (pronunciation), intonasi, dan menyampaikan informasi kepada pendengar.Membaca Dalam HatiMembaca tanpa mengeluarkan suara, hanya mengandalkan ingatan visual dan proses kognitif.Meningkatkan konsentrasi dan mempercepat penyerapan informasi (lebih efisien).Membaca EkstensifMembaca teks secara luas, cepat, dan dalam jumlah yang banyak.Mendapatkan gambaran umum atau inti dari berbagai materi (contoh: membaca berita, novel).Membaca IntensifMembaca teks yang pendek secara mendalam, teliti, dan berulang-ulang.Memahami struktur bahasa, detail isi, dan analisis teks secara komprehensif (studi akademis).Membaca Cepat (Skimming)Membaca dengan kecepatan tinggi untuk melihat sekilas bagian-bagian teks.Mendapatkan ide pokok atau gambaran umum dari suatu buku/artikel secara instan.Membaca Pindai (Scanning)Membaca cepat dengan langsung melompati bagian teks untuk mencari informasi spesifik.Menemukan fakta tertentu (contoh: mencari nomor telepon di buku direktori, mencari kata di kamus).5. Manfaat Membaca dalam Pengembangan DiriSebagai keterampilan berbahasa, membaca memiliki dampak langsung pada kualitas intelektual seseorang:Memperkaya Kosakata (Vocabulary Expansion): Memperkenalkan pembaca pada struktur kalimat baru dan istilah-istilah teknis yang jarang ditemukan dalam bahasa lisan sehari-hari.Meningkatkan Kemampuan Analitis: Melatih otak untuk menghubungkan sebab-akibat, menganalisis argumen, dan berpikir secara terstruktur.Stimulasi Mental: Menjaga otak tetap aktif dan mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.Untuk memperdalam pembahasan ini, bagian mana yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?Apakah Anda membutuhkan penjelasan mengenai strategi membaca cepat (SQ3R)?Apakah Anda ingin tahu lebih detail tentang cara mengajarkan membaca permulaan pada anak?Atau ingin fokus pada perbedaan mendalam antara membaca kritis dan kreatif?Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut
Pernyataan Tanggungjawab
Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan
Informasi Lainnya
Program Studi/Rak Buku
Pilih Program Studi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik