Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil

Text

Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil

Ellyasa kh. dharwis - Nama Orang;

Kajian dan literatur mengenai "Gus Dur, NU, dan Masyarakat Sipil" umumnya merujuk pada antologi pemikiran yang diedit oleh Ellyasa KH. Dharwis, atau karya sosiolog dan peneliti spesialis NU, Andrée Feillard. Buku ini membedah peran krusial KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam mentransformasikan Nahdlatul Ulama (NU) dari sekadar organisasi keagamaan tradisional menjadi motor penggerak utama demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan pemberdayaan masyarakat sipil di Indonesia.Berikut adalah abstrak dan catatan inti dari dialektika pemikiran Gus Dur, NU, dan Masyarakat Sipil:1. Abstrak KonseptualEksperimen kebangsaan Indonesia sempat diwarnai oleh sistem politik yang sangat dominan dikendalikan oleh negara (Orde Baru), yang nyaris mematikan ruang partisipasi warga. Di tengah himpitan tersebut, NU di bawah kepemimpinan Gus Dur melakukan manuver tak terduga dengan menginisiasi gerakan "Kembali ke Khittah 1926". Langkah ini membebaskan NU dari belenggu politik praktis (sebagai partai politik) dan mengembalikannya sebagai gerakan sosial keagamaan. Pemikiran Gus Dur menempatkan kemandirian warga (masyarakat sipil) sebagai benteng utama untuk mengontrol kesewenang-wenangan negara sekaligus ruang penyangga bagi kelompok minoritas dan pluralitas.2. Catatan Kunci Pemikiran dan Kiprah Gus DurPemberdayaan Masyarakat Sipil (Civil Society):Gus Dur menyadari bahwa demokrasi tidak akan berjalan tanpa adanya pilar masyarakat sipil yang kuat dan mandiri. Beliau mendorong NU untuk melakukan pemberdayaan akar rumput melalui pendidikan pesantren, ekonomi kerakyatan, dan pembinaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.Intelektual Organik Pesantren:Gus Dur dipandang sebagai "intelektual organik" yang menjembatani antara khazanah keilmuan Islam tradisional (kitab kuning) dengan nilai-nilai modernitas universal seperti demokrasi, transparansi, kesetaraan, dan keadilan.Pluralisme dan Toleransi:Gus Dur menanamkan kesadaran kritis di tubuh NU untuk menerima keberagaman. Beliau menjadi pembela gigih bagi kelompok-kelompok marjinal dan minoritas, menjadikan NU sebagai rumah besar bagi eksperimen eksperimen sosial yang menghargai multikulturalisme di Indonesia.Kritisisme terhadap Negara:Di era di mana banyak organisasi Islam di kooptasi oleh negara, Gus Dur justru memposisikan NU sebagai kekuatan moral yang otonom. Ia melatih warga NU untuk berani bersikap kritis terhadap kebijakan negara yang menindas, tanpa harus tercerabut dari loyalitas mereka terhadap bangsa.Untuk mempelajari analisis akademis yang lebih mendalam mengenai topik ini, Anda dapat mengakses atau merujuk pada artikel jurnal seperti yang dimuat di Repositori Syekh Nurjati atau melihat dokumen komprehensif di SlideShare. Anda juga dapat menemukan versi digital dari bunga rampai buku ini melalui Teras Kita.Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut


Ketersediaan
INSTIK01550A-05081 DHA GMy Library (KEISLAMAN)Tersedia
INSTIK01549A-05081 DHA G C-1My Library (Keislaman)Tersedia
INSTIK01809Ai-05305.6 DUR C-3My Library (Manajemen)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
081 DHA G
Penerbit
Yogyakarta : LKiS., 1997
Deskripsi Fisik
xiii, 194 hlm. ; 24 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-8966-04-X
Klasifikasi
081 DHA G
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan 2
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Pemikiran dan kiprah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama Nahdlatul Ulama (NU) dalam membangun masyarakat sipil (civil society) bertumpu pada penguatan kemandirian, penegakan hak asasi manusia, dan advokasi rakyat kecil agar independen dari negara. Di masa Orde Baru, langkah ini dipelopori melalui momentum Kembali ke Khittah 1984.Berikut adalah pilar-pilar spesifik peran Gus Dur dan NU dalam membangun masyarakat sipil:Menjadikan NU Kekuatan Penyeimbang: Gus Dur mengubah NU dari partai politik menjadi kekuatan masyarakat (civil society). Ia menegaskan bahwa NU harus kritis terhadap penguasa dan membela kedaulatan rakyat, bukan tunduk pada kepentingan elite atau negara.Kemandirian Pesantren dan Ekonomi Umat: Melalui pesantren yang disebutnya sebagai "NU kecil", Gus Dur membekali akar rumput dengan pendidikan mandiri dan wawasan kerakyatan. Pesantren dijadikan basis perlawanan kultural terhadap penindasan.Advokasi Kaum Lempar (Wong Cilik): Gus Dur mendampingi kelompok-kelompok yang terpinggirkan oleh proyek pembangunan otoriter Orde Baru (seperti kasus tanah Kedung Ombo), menjadikannya garda terdepan penegakan Hak Asasi Manusia.Pluralisme dan Toleransi: Gus Dur dan aktivis NU di masanya merangkul kelompok lintas agama untuk memperkuat simpul kebhinekaan. Ia mendidik masyarakat sipil agar mengakar kuat namun inklusif terhadap perbedaan.Bahan bacaan akademis mendalam mengenai dialektika ini terdokumentasi dengan baik dalam antologi pemikiran berjudul Gus Dur, NU, dan Masyarakat Sipil (LKiS).Apakah Anda sedang mencari pemahaman teoretis spesifik dari buku tersebut, atau ingin menelusuri analisa keterkaitannya dengan dinamika sosial-politik kontemporer?
Pernyataan Tanggungjawab
Ellyasa kh. dharwis
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik