Text
Integrasi Multidimensi Agama & Sains
Judul: Integrasi Multidimensi Agama dan Sains: Analisis Epistemologi Sains Islam Syed Muhammad Naquib al-AttasPenelitian ini menganalisis konsep integrasi multidimensi antara agama dan sains melalui lensa pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas. Di tengah dominasi pandangan dunia sekuler Barat yang memisahkan sains dari nilai-nilai ketuhanan (desakralisasi alam), al-Attas menawarkan solusi radikal berupa Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer. Melalui metode deskriptif-analitis, kajian ini menemukan bahwa gagasan al-Attas bukan sekadar menempelkan ayat-ayat Al-Qur'an pada temuan sains empiris. Integrasi al-Attas bersifat multidimensi, menyentuh level metafisika, epistemologi, dan aksiologi. Konstruksi sains Islam dibangun di atas fondasi pandangan dunia Islam (Worldview of Islam) yang menempatkan wahyu (khabar sadiq) sebagai sumber ilmu tertinggi, berdampingan dengan rasio dan intuisi. Proses integrasi ini dilakukan melalui dua tahap: debaratisasi (mengeliminasi elemen sekuler) dan infusi (memasukkan elemen kunci Islam ke dalam ilmu). Hasil akhir dari integrasi ini adalah sains yang tidak bebas nilai, melainkan sains yang sakral, beretika, dan menuntun manusia pada pengenalan terhadap Allah (tauhid).CATATAN ANALISIS: SAINS ISLAM AL-ATTAS1. Kritik Al-Attas terhadap Sains Modern (Barat)Al-Attas mengidentifikasi bahwa krisis kemanusiaan modern berakar dari kerusakan ilmu (corruption of knowledge). Sifat sains Barat saat ini meliputi:Sekularisasi: Menghilangkan unsur spiritual dan ketuhanan dari alam semesta.Dewa Rasio: Menjadikan akal dan spekulasi filosofis sebagai satu-satunya tolok ukur kebenaran.Pragmatisme: Menilai kebenaran hanya berdasarkan asas manfaat materialistik dan mengabaikan akhirat.2. Epistemologi Multidimensi Al-AttasBerbeda dengan Barat yang membatasi ilmu pada wilayah fisik, al-Attas membagi dimensi realitas dan sumber ilmu menjadi beberapa tingkatan yang saling terintegrasi:Dimensi Sumber IlmuAlat PencapaianObjek/Wilayah KajianWahyu (Khabar Sadiq)Otoritas Nabi & Al-Qur'anRealitas metafisika, gaib, dan hukum TuhanAkal Sehat (Rasio)Logika dan refleksi mentalHubungan kausalitas dan konsep abstrakPanca Indra (Empiris)Observasi dan eksperimenAlam materi dan fenomena fisikIntuisi (Qalb/Hati)Penyucian jiwa (tazkiyatun nafs)Kebenaran langsung dari Tuhan (Kasyaf)Catatan: Dalam sains Islam, semua sumber di atas valid dan tidak saling bertentangan karena bersumber dari satu pencipta (Tauhid).3. Metodologi Integrasi: Proses Islamisasi IlmuBagi al-Attas, integrasi agama dan sains dilakukan dengan Islamisasi ilmu pengetahuan, yang melibatkan dua langkah krusial:Isolasi (Debaratisasi): Mengidentifikasi dan membuang elemen-elemen pandangan dunia Barat (seperti sekularisme, dualisme, humanisme sekuler, dan evolusionisme ateistik) dari ilmu pengetahuan modern.Infusi (Islamisasi): Memasukkan elemen-elemen kunci Islam (seperti konsep Din, Adab, Insan Kamil, Hikmah, dan Tauhid) ke dalam sains tersebut sehingga membentuk struktur baru yang Islami.4. Karakteristik Sains Islam al-AttasBerpusat pada Tuhan (Theo-centric): Alam semesta dipandang sebagai "ayat" (tanda-tanda) keberadaan Allah, bukan entitas mandiri yang berjalan tanpa pencipta.Sains Terikat Nilai: Sains tidak boleh netral secara moral; ia harus dibimbing oleh wahyu agar tidak merusak alam dan manusia.Tujuan Akhir: Sains bukan sekadar untuk eksploitasi alam atau kejayaan materi, melainkan medium untuk mencapai kebahagiaan sejati (sa'adah) di dunia dan akhirat.Jika Anda tertarik mendalami materi ini lebih lanjut untuk kebutuhan akademik, silakan beri tahu saya. Saya bisa membantu Anda menyusun rumusan masalah, metodologi penelitian, atau daftar pustaka yang relevan dengan tema sains Islam al-Attas ini.AI responses may include mistakes. Learn more
| INSTIK04271A-12 | 297.07 SYA I C-1 | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
| INSTIK04272A-12 | 297. 07 SYA I | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
| INSTIK012108A-24 | 297.07 SYA I C-3 | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain