Text
Pergulatan Pesantren & Demokratisasi
Pergulatan Pesantren dan Demokratisasi membahas dialektika antara sistem kepemimpinan tradisional (Kiai) dan nilai-nilai modern (kesetaraan, partisipasi, dan hak asasi). Pesantren bertransformasi dari lembaga elitis yang hierarkis menjadi ruang pendidikan yang menumbuhkan budaya kebebasan, meski tetap mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan.Gagasan pokok dan catatan penting mengenai dinamika ini mencakup beberapa aspek berikut:Dari Otoriter Menuju Partisipatif: Transformasi tata kelola pesantren yang dulunya sangat bergantung pada sentralisasi otoritas Kiai ke arah manajemen kelembagaan yang lebih terbuka dan demokratis.Kesetaraan dalam Pendidikan: Proses demokratisasi tercermin melalui metode pembelajaran seperti sorogan (bimbingan personal) dan musyawarah (diskusi antar santri) yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menghargai pluralitas.Pesantren sebagai Civil Society: Menjadi pilar penting dalam mengawal masyarakat sipil (civil society), khususnya dalam menyuarakan keadilan, HAM, dan pendidikan politik di tingkat akar rumput.Untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana lembaga ini beradaptasi dengan sistem demokrasi modern, telaah lebih lanjut dapat merujuk pada literatur akademis seperti buku Pergulatan Pesantren & Demokratisasi yang diterbitkan oleh LKiS atau jurnal ilmiah terkait Demokratisasi Sistem Pendidikan Pesantren.Apakah Anda sedang mencari ringkasan dari buku atau jurnal spesifik, atau ingin memfokuskan catatan ini pada aspek tertentu (seperti politik, manajemen, atau metode pengajaran)?
| INSTIK02491A-07 | 2X7. 341 06 SUA P C-4 | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
| INSTIK01533A-05 | 2X7. 341 06 SUA P | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
| INSTIK01532A-05 | 2X7. 341 06 SUA P C-1 | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
| INSTIK01534Ai-05 | 2X7. 341 06 SUA P | My Library (KEISLAMAN) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain