Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pergulatan Pesantren & Demokratisasi

Text

Pergulatan Pesantren & Demokratisasi

Ahmad suaedy - Nama Orang;

Pergulatan Pesantren dan Demokratisasi membahas dialektika antara sistem kepemimpinan tradisional (Kiai) dan nilai-nilai modern (kesetaraan, partisipasi, dan hak asasi). Pesantren bertransformasi dari lembaga elitis yang hierarkis menjadi ruang pendidikan yang menumbuhkan budaya kebebasan, meski tetap mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan.Gagasan pokok dan catatan penting mengenai dinamika ini mencakup beberapa aspek berikut:Dari Otoriter Menuju Partisipatif: Transformasi tata kelola pesantren yang dulunya sangat bergantung pada sentralisasi otoritas Kiai ke arah manajemen kelembagaan yang lebih terbuka dan demokratis.Kesetaraan dalam Pendidikan: Proses demokratisasi tercermin melalui metode pembelajaran seperti sorogan (bimbingan personal) dan musyawarah (diskusi antar santri) yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan menghargai pluralitas.Pesantren sebagai Civil Society: Menjadi pilar penting dalam mengawal masyarakat sipil (civil society), khususnya dalam menyuarakan keadilan, HAM, dan pendidikan politik di tingkat akar rumput.Untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana lembaga ini beradaptasi dengan sistem demokrasi modern, telaah lebih lanjut dapat merujuk pada literatur akademis seperti buku Pergulatan Pesantren & Demokratisasi yang diterbitkan oleh LKiS atau jurnal ilmiah terkait Demokratisasi Sistem Pendidikan Pesantren.Apakah Anda sedang mencari ringkasan dari buku atau jurnal spesifik, atau ingin memfokuskan catatan ini pada aspek tertentu (seperti politik, manajemen, atau metode pengajaran)?


Ketersediaan
INSTIK02491A-072X7. 341 06 SUA P C-4My Library (KEISLAMAN)Tersedia
INSTIK01533A-052X7. 341 06 SUA PMy Library (KEISLAMAN)Tersedia
INSTIK01532A-052X7. 341 06 SUA P C-1My Library (KEISLAMAN)Tersedia
INSTIK01534Ai-052X7. 341 06 SUA PMy Library (KEISLAMAN)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X7.341 06 SUA P
Penerbit
Yogyakarta : LKIS Yogyakarta., 2000
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-8966-67-8
Klasifikasi
2X7. 341 06 SUA P
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Pergulatan pesantren dan demokratisasi berpusat pada negosiasi antara tradisi Islam dan nilai-nilai modernitas. Sebagai institusi pendidikan, pesantren mengalami transformasi dari sistem yang elitis dan hierarkis (sentralisasi kiai) menuju lingkungan yang mengadopsi prinsip kebebasan, kesetaraan, dan partisipasi bagi para santrinya.Gagasan dan sejarah relasi ini tertuang secara komprehensif dalam buku karya Ahmad Suaedy dkk, "Pergulatan Pesantren & Demokratisasi". Berikut adalah poin-poin detail spesifiknya:1. Landasan Historis dan TransformasiNegosiasi Tradisi vs Modernitas: Pesantren pada dasarnya menjaga tradisi luhur, namun modernitas membawa tuntutan partisipasi sosial yang lebih egaliter. Pesantren sukses beradaptasi tanpa kehilangan identitas keagamaannya.Keterbukaan Informasi: Penetrasi literatur keislaman dari luar negeri mendorong diskursus kritis di lingkungan pesantren mengenai Hak Asasi Manusia (HAM), kesetaraan gender, dan sistem pemerintahan.2. Pergeseran Kepemimpinan dan Budaya PesantrenDari Sentralisasi ke Partisipasi: Pola kepemimpinan yang awalnya sangat patronistik (kiai sebagai satu-satunya penentu otoritas) mulai bergeser ke model manajemen yang lebih partisipatif.Demokratisasi Internal: Munculnya organ-organ santri (seperti OSIS atau senat pesantren) yang pemilihannya dilakukan secara demokratis melalui bilik suara, mencerminkan ruang kebebasan berpendapat di lingkungan madrasah.3. Kontribusi Pesantren bagi Demokrasi NasionalLembaga Pemantau Pemilu: Pesantren menjadi basis massa yang kuat dan proaktif dalam mengawal proses demokratisasi nasional, seperti keterlibatan kiai dan santri sebagai pemantau pemilu sejak awal era reformasi.Civil Society: Pesantren menjadi pilar utama masyarakat sipil (civil society) yang independen, menyeimbangkan kekuatan antara negara dan masyarakat.Jika Anda ingin mendalami literatur tersebut, Anda dapat membaca dan mengunduh format digitalnya melalui BintangPusnas Edu atau menelusuri ringkasan risetnya di Neliti.Apakah Anda sedang membutuhkan referensi jurnal lain, mencari tesis mengenai studi kasus pesantren tertentu, atau ingin menelaah peran kiai dalam pemilu? Beritahu saya untuk mempersempit pencarian informasi.
Pernyataan Tanggungjawab
Ahmad suaedy
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik