Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Problematika Pemikiran Arab Kontemporer Studi Kritis dan Komprehensif

[rekaman suara] /

Problematika Pemikiran Arab Kontemporer Studi Kritis dan Komprehensif

Muhammad Abed aA-Jabiri - Nama Orang;

Buku ini merupakan studi kritis terhadap realitas Arab kontemporer yang sedang berada dalam masa transisi yang kompleks. Al-Jabiri menganalisis "kecenderungan problematis" atau keguncangan kesadaran yang terjadi karena bangsa Arab terjebak di antara dua kutub: warisan masa lalu (turats) yang adiluhung namun dianggap ketinggalan zaman, dan kemajuan peradaban Barat modern yang materialistis namun sulit dikejar. Penulis menawarkan pendekatan dekonstruksi terhadap pola pikir mapan untuk merobek kebuntuan kognitif tersebut.


Ketersediaan
UA0214789-2025i2X0 JAB P C-1My Library (Keislaman)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X0 JAB P
Penerbit
Yoqyakarta : CV. IRCiSOD., 2025
Deskripsi Fisik
282 hlm, ; 14 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-02-0604-7
Klasifikasi
2X0
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cetakan 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Problematika Pemikiran Arab Kontemporer adalah kajian kritis dan komprehensif yang umumnya merujuk pada karya utama pemikir Maroko, Muhammad Abed Al-Jabiri (diterbitkan ulang oleh Pustaka Pelajar, 2015).Buku ini membedah krisis intelektual Arab-Islam dengan meneliti tumpang tindih antara tradisi masa lalu (turath) dan modernitas Barat, yang menyebabkan kegagalan nalar Arab dalam menjawab tantangan kekinian.Berikut adalah detail spesifik dari studi kritis tersebut:1. Akar Masalah: Skizofrenia Intelektual ArabAl-Jabiri mendiagnosis pemikiran Arab kontemporer mengalami "keterbelahan kesadaran" (ta’āruḍ al-wujdān).Nostalgia Masa Lalu: Kecenderungan ego intelektual Arab yang terus merujuk pada keemasan masa lalu.Tekanan Modernitas: Tuntutan kekinian yang dipaksakan oleh peradaban Barat yang tidak mungkin dikejar secara instan.Dampak: Terjadi krisis identitas, stagnasi nalar, dan ketertinggalan dalam ranah politik, ekonomi, dan sosial.2. Kritik Epistemologi Nalar Arab (Naqd al-‘Aql al-‘Arabi)Al-Jabiri membagi struktur nalar Arab yang menyebabkan stagnasi ke dalam tiga tipologi:Bayani: Pola pikir berbasis teks (nash), ijma', dan bahasa yang sangat mendominasi nalar Arab. Ini adalah nalar retoris.Irfani: Pengetahuan intuitif (sufistik/gnostik) yang berfokus pada penyingkapan rahasia, kurang bersandar pada rasionalitas empiris.Burhani: Nalar demonstratif/rasional yang bersandar pada alam empiris. Al-Jabiri menilai nalar Burhani ini sangat lemah dalam struktur berpikir Arab-Islam klasik dan harus diperkuat untuk masa depan.3. Studi Kritis Terhadap Isu UtamaStudi ini menganalisis beberapa kecenderungan dalam wacana Arab:Kritik Diri (Self-Criticism): Pasca kekalahan 1967, pemikir Arab mulai mengkritik diri sendiri (nasionalisme, marxisme, dan liberalisme Arab).Tipologi Pemikiran: Al-Jabiri memetakan tiga kelompok: tradisionalis (menolak modernitas), modernis (menolak tradisi), dan kelompok sintesis (berusaha menggabungkan keduanya).Problem Bahasa: Nalar Arab dianggap beku karena ketergantungan kognitif pada struktur bahasa Arab klasik yang mapan.4. Pendekatan Komprehensif Al-JabiriAl-Jabiri mengajukan solusi agar pemikiran Arab tidak lagi "masuk ke masa lalu", melainkan mendudukkannya secara objektif:Membaca Tradisi dengan Sejarah: Tradisi harus dibaca sebagai produk sejarah, bukan kebenaran absolut yang abadi.Mengadopsi Nalar Burhani: Penguatan rasionalitas, metodologi kritis, dan ilmu pengetahuan modern (Barat) tanpa kehilangan identitas.5. Relevansi Studi (Konteks 2026)Studi ini tetap krusial untuk memahami mengapa radikalisme dan dogmatisme masih menguat di dunia Arab-Islam. Pendekatan kritis seperti ini diperlukan untuk:Memisahkan antara wahyu yang suci dan tafsir manusia yang historis.Membangun nalar yang dinamis dan kontekstual.Karya ini sering dibandingkan dengan pendekatan dekonstruksi Mohammed Arkoun yang berfokus pada kritik nalar Islam secara luas (bukan hanya Arab) melalui pendekatan antropologi dan linguistik.Problematika Pemikiran Arab Kontemporer: Studi Kritis dan
Pernyataan Tanggungjawab
Muhammad Abed aA-Jabiri
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik