Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Biografi Imam Syafi'i Kehidupan, Sikap, dan Pendapatnya

Text

Biografi Imam Syafi'i Kehidupan, Sikap, dan Pendapatnya

Abdul Aziz Asy-Syinawi - Nama Orang;

Imam Syafi'i adalah salah satu dari empat imam mazhab Sunni terbesar yang mendirikan Mazhab Syafi'i dan diakui sebagai perumus pertama ilmu Ushul Fiqh (metodologi hukum Islam). Buku Biografi Imam Syafi'i: Kehidupan, Sikap, dan Pendapatnya mengupas tuntas perjalanan hidup, keluhuran akhlak, serta kontribusi pemikiran hukum beliau yang menjadi rujukan jutaan umat Muslim di dunia.Berikut adalah abstrak dan catatan penting dari biografi beliau yang dibagi ke dalam tiga aspek utama:1. Perjalanan KehidupanKelahiran: Lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 H (767 M), bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah.Garis Keturunan: Bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i, berasal dari suku Quraisy dan nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW pada Abdul Manaf.Masa Kecil: Tumbuh sebagai anak yatim dalam kondisi ekonomi yang sangat serba kekurangan.Kecerdasan: Hafal Al-Qur'an pada usia 7 tahun dan menghafal kitab Al-Muwatta karya Imam Malik pada usia 10 tahun.Pengembaraan Ilmu: Bermigrasi ke Makkah, belajar kepada Imam Malik di Madinah, lalu mendalami fikih di Irak, Yaman, hingga menetap di Mesir.Wafat: Meninggal dunia di Fustat, Kairo, Mesir pada tahun 204 H (820 M) dalam usia 54 tahun.2. Sikap dan Keluhuran AkhlakKeteguhan Sikap: Tetap berpegang teguh bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah (kalamullah) dan bukan makhluk, meski di tengah tekanan penguasa yang menganut paham Mu'tazilah.Adab Berdebat: Sangat objektif, tenang, tidak pernah marah, dan tidak pernah menjatuhkan pribadi lawan bicaranya saat berdiskusi.Sikap Toleransi: Sangat menghormati perbedaan pendapat serta sangat mengagumi guru-gurunya, termasuk Imam Malik.Kedermawanan: Terkenal sangat jujur sejak kecil dan suka membagikan harta serta ilmu tanpa pamrih.Ahli Ibadah: Membagi waktu malamnya secara ketat untuk shalat malam, menulis ilmu, dan beristirahat.3. Pendapat dan Kontribusi KeilmuanIlmu Ushul Fiqh: Menjadi ulama pertama yang membukukan metodologi hukum Islam melalui karya monumentalnya, kitab Al-Risalah.Sintesis Metode: Menggabungkan metode tekstual Ahli Hadits (Hijaz) dengan metode rasional Ahli Ra'yi (Irak).Evolusi Pemikiran: Pendapat hukumnya terbagi menjadi dua fase:Qaul Qadim (Pendapat Lama): Fatwa-fatwa yang beliau rumuskan saat berada di Irak.Qaul Jadid (Pendapat Baru): Koreksi dan penyempurnaan fatwa yang beliau sesuaikan setelah melihat tradisi dan kondisi sosial masyarakat di Mesir.Syarat Menuntut Ilmu: Menetapkan 6 syarat utama bagi pencari ilmu, yaitu kecerdasan, kemauan keras, kesungguhan, biaya, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.Apakah Anda ingin mendalami perbedaan antara Qaul Qadim dan Qaul Jadid beliau, atau membutuhkan rekomendasi kitab-kitab utama karya Imam Syafi'i?Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut


Ketersediaan
UA12497AGAMA-20242X9.8 SYI B C-1My Library (Sejarah)Tersedia
UA12498AGAMAi-20242X9.8 SYI B C-2My Library (KEISLAMAN)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2X9.8 SYI B
Penerbit
Solo : Aqwam Jembatan Ilmu., 2013
Deskripsi Fisik
336 hlm,; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789790393967
Klasifikasi
2X9.8
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Imam Syafi'i (lahir 150 H/767 M, Gaza) adalah pendiri Mazhab Syafi'i dan peletak dasar ilmu Ushul Fiqih. Ia dikenal dengan kecerdasan, keteguhan membela sunnah, dan sikap toleran. Pemikirannya menggabungkan metode Ahlul Hadis dan Ahlur Ra'yi. Berikut adalah rincian mendalam mengenai kehidupannya.1. Kehidupan Imam Syafi'iNama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi'i. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah pada kakeknya, Abdul Manaf. Ayahnya wafat saat ia masih kecil, sehingga ia dibesarkan dalam kemiskinan oleh ibunya di Makkah.Masa Kecil: Menghafal Al-Qur'an pada usia 7 tahun dan menguasai kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik pada usia 10 tahun. Karena keterbatasan ekonomi, ia sering mencatat pelajaran di tulang atau pelepah kurma.Pengembaraan Ilmu: Pergi ke Madinah untuk berguru kepada Imam Malik bin Anas. Ia juga pernah tinggal di Yaman, lalu pergi ke Irak untuk belajar kepada murid-murid Imam Abu Hanifah.Akhir Hayat: Pada akhir hayatnya, ia pindah ke Mesir. Di sinilah ia menyempurnakan mazhabnya dan menulis karya monumentalnya, Al-Umm. Ia wafat di Kairo pada tahun 204 H/820 M.2. Sikap dan KarakterCerdas dan Haus Ilmu: Merumuskan syarat menuntut ilmu dalam enam hal: kecerdasan, semangat tinggi, kesungguhan, biaya, kedekatan dengan guru, dan waktu yang lama.Penyabar dan Pemaaf: Terkenal dengan kerendahan hatinya meskipun memiliki keluasan ilmu. Beliau tidak merasa paling benar dan sangat terbuka terhadap perbedaan pendapat.Ahli Ibadah: Membagi malamnya menjadi tiga bagian: untuk menulis, sholat, dan tidur. Beliau juga terbiasa mengkhatamkan Al-Qur'an hingga 60 kali selama bulan Ramadan.Pemberani: Berani menegakkan kebenaran dan bersikap tegas terhadap ajaran yang menyimpang, seperti menolak paham Mu'tazilah yang menganggap Al-Qur'an sebagai makhluk.3. Pendapat dan PemikiranPenggagas Ushul Fiqh: Menulis kitab Ar-Risalah yang menjadi karya pertama dan rujukan utama dalam ilmu Ushul Fiqih. Ilmu ini digunakan untuk menyimpulkan hukum secara sistematis.Sumber Hukum Islam: Berpendapat bahwa sumber hukum Islam yang sah ada empat: Al-Qur'an, As-Sunnah (Hadis), Ijma' (kesepakatan ulama), dan Qiyas (analogi).Qaul Qadim dan Qaul Jadid: Terkenal dengan perubahan pendapatnya. Beliau memiliki Qaul Qadim (pendapat lama saat di Irak) dan Qaul Jadid (pendapat baru saat di Mesir) yang disesuaikan dengan perubahan konteks sosial dan budaya masyarakat setempat.Sikap terhadap Mazhab Lain: Terbuka menerima dalil-dalil sahih dari ulama lain. Beliau pernah berpesan, "Jika hadis itu sahih, maka itulah mazhabku."Maukah Anda menjelajahi aspek spesifik lainnya dari Imam Syafi'i? Saya dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai:Syarat menuntut ilmu menurut pandangan beliauPerbedaan antara Qaul Qadim dan Qaul JadidRincian karya-karya tulis beliauBeritahu saya apa yang ingin Anda ketahui lebih lanjut!
Pernyataan Tanggungjawab
Abdul Aziz Asy-Syinawi
Informasi Lainnya
Program Studi/Rak Buku
Pilih Program Studi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik